Do'akan

Di antara pahala yang besar sekali adalah mendoakan
pimpinan kita, pemerintahan kita. Bayangkan, jika mereka
berhasil membuat keputusan yang menyejahterakan
masyarakatnya, itu menjadi pahala tambahan bagi kita.
Koq pahala tambahan? Ya, sebab doa tidak dikabulkan
saja, sudah merupakan pahala. Sudah merupakan
kebaikan.
Makin panjang doanya, makin banyak permintaannya,
makin panjang dan banyak pahalanya, banyak
kebaikannya.
Apalagi ini bukan doa untuk diri sendiri. Melainkan doa
untuk orang lain. Dan orang lain yang didoakan adalah
pimpinan kita, pemerintahan kita.
Dengan prinsip dasar semua yang didoakan buat orang
lain, lalu kembali itu doa kepada kita, maka mendoakan
pimpinan, pemerintahan, tentu berganda-ganda
pahalanya, berganda-ganda kebaikannya.
Jika dengan doa kita, rakyat Indonesia, buat beliau-
beliau, bisa membuat dengan izin Allah mereka lurus,
terhindar dari maksiat, terhindar dari korupsi, terhindar
dari urusan perempuan (baca: perzinahan ), terhindar
dari urusan rizki dan perilaku haram, sehingga mereka
selamat dalam memimpin, selamat dalam tugas dan
pengabdian, tentu ini pun akan menjadi tambahan betul
pahala dan kebaikan bagi kita.
Kita sering mengeluh tentang keadaan pimpinan kita,
pemerintahan kita. Namun sudahkah kita mendoakan
mereka?
Mereka layak dikasihani. Layak didoakan. Tentu butuh
keikhlasan untuk percaya kepada mereka yang saat ini
memimpin dan memerintah. Dan keikhlasan juga buat
mendoakan.
Sebab banyak orang beranggapan, masak orang sudah
jelas-jelas jahat, banyak dosa, banyak salah, korup, mesti
didoakan? Ada aroma ketidakikhlasan. Jangan begitu
sebaiknya.
Pertama, kita tidak tahu apa yang sesungguhnya terjadi.
Kita hanya bisa mendengar, tidak Mahamendengar. Kita
hanya melihat, bukan Mahamelihat. Sehingga apa yang
kita dengar, apa yang kita lihat, semuanya belum tentu.
Daripada timbul buruk sangka yang malah akhirnya
negatif total, lebih baik ambil sikap mendoakan mereka.
Doanya apa? Ya, doakan supaya mereka tidak jahat dalam
memimpin dan memerintah negeri ini, daerah-
daerahnya, kota-kotanya.
Tidak rakus, tidak serakah, banyak rizki, sehat badan,
banyak ditolong dan diampuni Allah, bersih rizkinya,
lurus perilakunya, panjang umurnya, dapat hidayah,
dapat taufik, dapat kemuliaan dan kehormatan serta rizki
dari
sisi Allah saja yang abadi, yang lebih menentramkan, dan
seterusnya.
Tambahan doa untuk kesehatan mereka. Kalau mereka
sehat, pahala balik ke kita sudah bakal banyak banget.
Dan saya menyenangi mendoakan orang lain. Sebab doa
itu benar-benar balik ke kita juga. Baik secara pahalanya,
juga secara kebaikannya.
Bayangkan jika mereka bisa menghasilkan keputusan yang
bisa menyelamatkan aset negeri ini, kekayaan negeri ini,
dari tangan mereka yang serakah? Subhaanallaah.
(Ustaz Yusuf Mansur)